
Malang – Di tengah perkembangan dunia akademik dan literasi saat ini, kehadiran dosen yang mampu menjadi pengajar sekaligus pembimbing bagi mahasiswa menjadi hal yang sangat penting. Sosok tersebut salah satunya terlihat pada Ahmad Junaidi, dosen Departemen Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang yang dikenal aktif dalam bidang sastra, budaya, penelitian, hingga pengembangan kreativitas mahasiswa.
Ahmad Junaidi merupakan akademisi yang tidak hanya fokus pada aktivitas mengajar di ruang kelas, tetapi juga aktif mendampingi berbagai kegiatan kemahasiswaan dan pengembangan literasi. Kiprahnya di lingkungan kampus membuat namanya cukup dikenal di kalangan mahasiswa Sastra Indonesia UM, terutama karena keterlibatannya dalam berbagai kegiatan organisasi, webinar, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Menekuni Kajian Sastra dan Budaya
Dalam perjalanan akademiknya, Ahmad Junaidi menaruh perhatian besar pada kajian sastra dan budaya. Berdasarkan profil akademik SINTA, bidang kepakaran yang ditekuni meliputi kritik sastra, prosa, sastra lisan, cultural studies, hingga creative writing. Fokus kajian tersebut menunjukkan ketertarikannya terhadap perkembangan sastra tidak hanya sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai bagian dari fenomena sosial dan budaya masyarakat.
Ketertarikannya pada cultural studies membuat Ahmad Junaidi banyak menyoroti hubungan antara karya sastra dengan dinamika sosial, sejarah, hingga identitas budaya masyarakat. Sementara dalam bidang creative writing, ia turut mendorong mahasiswa untuk lebih aktif menulis karya sastra secara kreatif dan inovatif.
Melalui pendekatan tersebut, Ahmad Junaidi dikenal sebagai dosen yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga berusaha membangun daya kritis mahasiswa terhadap fenomena sastra dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.
Aktif Mengajar dan Membimbing Mahasiswa
Sebagai dosen di Departemen Sastra Indonesia UM, Ahmad Junaidi aktif mengampu sejumlah mata kuliah, salah satunya filologi. Mata kuliah ini berkaitan dengan kajian naskah-naskah lama dan warisan teks klasik Nusantara yang menjadi bagian penting dalam perkembangan sastra Indonesia.
Dalam proses pembelajaran, Ahmad Junaidi dikenal aktif mendorong mahasiswa untuk memahami sastra secara kontekstual dan kritis. Tidak hanya berfokus pada teori, ia juga mendampingi mahasiswa dalam praktik penelitian, observasi budaya, hingga kegiatan lapangan.
Kedekatannya dengan mahasiswa juga terlihat dari keterlibatannya sebagai pembina Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Sastra Indonesia UM. Dalam peran tersebut, Ahmad Junaidi turut mendampingi berbagai program organisasi mahasiswa, mulai dari webinar nasional, studi banding, kegiatan literasi, pengabdian masyarakat, hingga agenda kebudayaan.
Bagi mahasiswa, kehadiran dosen pembina bukan hanya sekadar pendamping administratif, tetapi juga sosok yang memberi motivasi dan arahan dalam pengembangan akademik maupun organisasi. Peran itulah yang cukup aktif dijalankan Ahmad Junaidi selama mendampingi mahasiswa Sastra Indonesia UM.
Terlibat dalam Berbagai Kegiatan Sastra dan Akademik
Selain aktif di lingkungan kampus, Ahmad Junaidi juga terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan sastra, baik tingkat lokal maupun nasional. Salah satunya menjadi juri dalam kompetisi puisi internasional yang digelar Fakultas Sastra UM dalam kegiatan Workshop Writing Poetry.
Keterlibatan tersebut menunjukkan perhatian Ahmad Junaidi terhadap pengembangan kreativitas sastra generasi muda, khususnya dalam bidang kepenulisan puisi. Ia juga aktif dalam berbagai forum diskusi dan webinar sastra.
Dalam Webinar Lentera Sastra Indonesia UM, misalnya, Ahmad Junaidi ikut membahas tema retorika dan jurnalisme sastrawi. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa dan peserta untuk memahami bagaimana sastra dapat dikembangkan melalui media jurnalistik dan komunikasi modern.
Tak hanya itu, Ahmad Junaidi juga terlibat mendampingi mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) filologi di Perpustakaan Ordo Karmel Malang. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan mahasiswa pada naskah dan manuskrip kuno sebagai bagian penting dari kajian filologi dan sejarah sastra Nusantara.
Aktif dalam Penelitian dan Publikasi Ilmiah
Sebagai akademisi, Ahmad Junaidi juga aktif menghasilkan berbagai penelitian dan publikasi ilmiah di bidang sastra dan budaya. Penelitiannya banyak membahas hubungan sastra dengan sejarah, masyarakat, dan budaya lokal.
Salah satu karya ilmiahnya berjudul MELAWAT ANGGASUTO: Formasi Diskursif dan Romantisisme Sejarah Desa Pinggir Papas dalam Tiga Cerita Rakyat Anggasuto. Penelitian tersebut mengkaji cerita rakyat sebagai bagian dari konstruksi sejarah dan identitas budaya masyarakat.
Selain itu, Ahmad Junaidi juga menulis kajian historisisme terhadap cerpen Lasmini: Ronggeng Lebakbarang melalui penelitian berjudul Jihad Seorang Pelacur. Dalam penelitian tersebut, ia membahas bagaimana karya sastra mampu merepresentasikan realitas sosial dan sejarah masyarakat.
Tidak hanya fokus pada sastra, Ahmad Junaidi juga pernah melakukan penelitian linguistik mengenai verba “jatuh” dalam bahasa Banjar. Hal ini menunjukkan bahwa minat akademiknya tidak terbatas pada kajian sastra semata, tetapi juga mencakup aspek kebahasaan.
Mendorong Literasi dan Pelestarian Budaya
Di tengah perkembangan teknologi digital, Ahmad Junaidi juga aktif mendorong pentingnya literasi dan pelestarian budaya. Dalam sejumlah forum akademik, ia menekankan bahwa sastra dan budaya harus terus dijaga agar tidak kehilangan relevansinya di tengah arus modernisasi.
Keterlibatannya dalam kegiatan RUMILUS 2025 menjadi salah satu contoh perhatian tersebut. Dalam kegiatan itu, Ahmad Junaidi menyoroti pentingnya Galleries, Libraries, Archives, and Museums (GLAM) sebagai pusat pelestarian pengetahuan dan budaya masyarakat.
Menurutnya, keberadaan perpustakaan, arsip, dan museum memiliki peran penting dalam menjaga memori budaya serta memperkuat literasi generasi muda. Pandangan tersebut menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan budaya dan pendidikan di Indonesia.
Sosok Akademisi yang Dekat dengan Mahasiswa
Di kalangan mahasiswa, Ahmad Junaidi dikenal sebagai sosok dosen yang aktif, komunikatif, dan terbuka terhadap diskusi. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan mahasiswa membuat dirinya tidak hanya hadir sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai pendamping dalam pengembangan kreativitas dan organisasi mahasiswa.
Perannya dalam mendukung kegiatan sastra, budaya, dan literasi menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan akademik yang produktif dan humanis. Melalui pengajaran, penelitian, dan pendampingan organisasi mahasiswa, Ahmad Junaidi terus berupaya menghadirkan pendidikan sastra yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai literasi.
Dengan kiprah tersebut, Ahmad Junaidi menjadi salah satu akademisi muda di Fakultas Sastra UM yang aktif berkontribusi dalam pengembangan dunia sastra, budaya, dan pendidikan di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.








