
Lombok Barat– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Barat menggandeng Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS/UPDRS) RSUD Patut Patuh Patju (RS Tripat) untuk menggelar aksi donor darah massal. Agenda perdana ini dimulai pada hari Jumat di Kantor Dinas Kesehatan Lombok Barat dan dijadwalkan akan bergerak secara masif ke 20 Puskesmas serta desa-desa di seluruh wilayah Lombok Barat.
Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat, Hj. Erni Suryana, S.Si., MM., menyatakan bahwa gerakan ini merupakan langkah nyata untuk mengoptimalkan fasilitas UTDRS di RS Tripat yang merupakan satu-satunya UTDRS berbasis Rumah Sakit di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan diresmikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI.
“Kita harus bangga memiliki UTDRS ini, dan cara kita bangga adalah dengan mendukung penuh pemenuhan ketersediaan kebutuhan darah di Kabupaten Lombok Barat,” ujar Hj. Erni Suryana saat diwawancarai di sela-sela kegiatan.
Lewat sinergi ini, petugas UTDRS RS Tripat tidak hanya menunggu di rumah sakit atau puskesmas, melainkan langsung menjemput bola turun ke tingkat desa. Fokus utama dari gerakan masif ini adalah untuk mengantisipasi dan menangani kasus-kasus darurat (emergency), salah satunya adalah menekan angka Angka Kematian Ibu (AKI) akibat pendarahan saat melahirkan.

Hj. Erni Suryana menegaskan, Dinkes Lobar ingin memberikan jaminan penuh kepada masyarakat bahwa ke depan tidak boleh ada lagi nyawa melayang hanya karena persoalan kelangkaan stok darah.
“Kasus yang masih banyak itu kan kematian ibu melahirkan, yang salah satu penyebab utamanya adalah pendarahan. Kami ingin menjamin dan memastikan bahwa saat ini, kekurangan ketersediaan darah tidak boleh lagi menjadi alasan penyebab kematian ibu melahirkan atau kasus kematian lainnya. Masalah (kelangkaan) itu sudah kita close karena kita punya UTDRS yang luar biasa,” tegas Kadinkes.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa target ketersediaan darah ini dipersiapkan dengan matang. Lombok Barat tidak hanya berkomitmen memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri, tetapi juga siap menyuplai dan mendukung pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien asal Lombok Barat yang sedang dirawat rujukan di Rumah Sakit Provinsi maupun fasilitas kesehatan di daerah lain.
Selain melakukan aksi donor darah keliling, Dinkes Lobar bersama RS Tripat berkomitmen untuk menghidupkan kembali kelompok-kelompok pendonor darah di tingkat desa yang selama ini vakum atau sekadar papan nama saja.
Di akhir wawancara, Hj. Erni Suryana memberikan imbauan sekaligus membagikan pengalamannya agar masyarakat tidak perlu takut untuk mendonorkan darah secara rutin. Menurutnya, donor darah justru menjadi rahasia untuk menjaga tubuh tetap bugar dan awet muda.

“Harapannya masyarakat jangan takut melakukan donor darah. Saya sendiri seperti ketagihan karena donor darah itu adalah bagian dari upaya meregenerasi sel-sel tubuh kita. Sel darah yang lama akan hilang dan digantikan oleh sel-sel baru, sehingga tubuh kita tetap segar dan tetap muda. Jadi hilangkan kesan bahwa donor darah membuat kita lemah atau sakit. Justru sebaliknya, selama memenuhi syarat, tubuh kita akan jauh lebih sehat,” pungkasnya.








