
Mataram, NTB — Pasca-kunjungan Ketua Umum Kaesang Pangarep pada Mei lalu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) langsung bergerak cepat. PSI NTB menggelar Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) di Mataram guna menggenjot pembentukan struktur Dewan Perwakilan Ranting Tingkat (DPRT) di seluruh desa dan kelurahan se-NTB.
Ketua DPW PSI NTB, Lalu Budi Suryata, menjelaskan bahwa Rakorwilsus ini berfokus pada pembekalan teknis kepada jajaran DPD di 10 kabupaten/kota. Langkah ini didasarkan pada Peraturan Organisasi Nomor 023/A/2026 dan AD/ART Pasal 11, yang mewajibkan pembentukan struktur DPRT dengan minimal 10 orang pengurus per Desa.
Saat ini, kepengurusan di tingkat DPP, DPD, dan DPC di NTB diklaim sudah mencapai 100 persen. Fokus dalam tiga bulan ke depan adalah merambah ke akar rumput.
“Target terdekat kami adalah membentuk 1.143 kepengurusan DPRT di seluruh desa dan kelurahan dalam waktu tiga bulan ke depan. Saat ini, Kabupaten Sumbawa sudah mencapai 100 persen dan Kota Mataram sudah 80 persen,” ujar Budi Suryata, Minggu (14/6/2026).
Sebagai langkah konkret pengenalan partai di tingkat bawah, PSI NTB mulai membagikan atribut berupa bendera dan baju partai untuk dipasang di setiap rumah pengurus ranting. Strategi ini diambil agar keberadaan PSI semakin terasa dan dikenal dekat oleh masyarakat setempat.
Selain penguatan struktur, PSI NTB aktif merekrut tokoh-tokoh potensial yang memiliki basis massa kuat. Langkah ini diambil demi mengamankan target elektoral jangka panjang partai di Bumi Gora, antara lain:
Meraih 1 kursi DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Pulau Lombok.

Meraih 1 kursi DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Pulau Sumbawa.
Mengamankan posisi pimpinan DPRD di tingkat kabupaten/kota se-NTB.
” Menginstruksikan seluruh kader dan pengurus untuk tegak lurus melaksanakan arahan partai, termasuk dalam masifnya pemasangan atribut,” tutupnya








