
Lombok Barat, NTB – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat (MAN Lobar) terus menunjukkan transformasi luar biasa di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah, Kemas Burhan, S.Ag., M.Pd. Melalui konsistensi pembiasaan disiplin pagi dan penguatan target prestasi, madrasah satu-satunya negeri di Lombok Barat ini sukses mengubah perilaku siswa dan mendongkrak raihan prestasi hingga ke tingkat regional.
Salah satu keberhasilan yang paling mencolok adalah penurunan drastis angka keterlambatan siswa. Dari yang semula mencapai ratusan siswa per hari, kini angka tersebut berhasil ditekan hingga tersisa belasan siswa saja.
Kepala MAN Lobar, Kemas Burhan, mengungkapkan bahwa kunci dari perubahan ekstrem ini terletak pada keteladanan para guru dan konsistensi pengawasan langsung di lapangan, bukan sekadar memantau lewat layar CCTV.
“Alhamdulillah, pembiasaan di MAN Lombok Barat semakin membaik. Setiap hari sebelum jam 07.00 WITA, saya sudah di madrasah, memimpin apel dan briefing pagi bersama guru, lalu langsung standby di gerbang untuk program ‘Say Hello’ menyambut siswa dengan ucapan Assalamualaikum,” tutur Kemas Burhan.
Ia menegaskan, pengawasan kedisiplinan justru diperketat pada momen-momen rawan, seperti masa setelah ujian semester menjelang pembagian rapor, di mana motivasi biasanya menurun. “Guru harus lebih siap dan ramai menyambut di gerbang sebelum siswa berdatangan. Asal kita konsisten dan istiqomah, karakter anak yang awalnya ‘liar’ pun terbukti sangat bisa dirubah,” jelasnya.
Kemas Burhan menekankan bahwa pondasi disiplin di pagi hari tidak akan berarti jika proses pembelajaran di ruang kelas dan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) berjalan lemah. Oleh karena itu, pihak madrasah kini memberikan perhatian penuh dengan memfasilitasi siswa untuk aktif berburu berbagai kompetisi dan lomba di tingkat apa pun sebagai wadah pembuktian hasil latihan.
Dalam sebuah pertemuan khusus, Kepala MAN Lobar bahkan menggembleng para pelatih dan pembina ekskul agar tidak memasang target yang biasa-biasa saja.
“Saya motivasi para pelatih dan pembina agar targetnya jangan datar-datar saja, jangan hanya sekadar menjadi kompetitor atau penggembira. Kalau kemarin kita sudah bisa juara 3, besok harus targetkan juara 2 atau juara 1. Cari informasi kompetisi sampai ke luar daerah seperti ke Bali, madrasah akan dukung penuh dan backup!” tegasnya.
Guna memicu semangat kompetisi, MAN Lobar menerapkan sistem apresiasi yang tinggi bagi siswa berprestasi. Setiap kali ada siswa yang berhasil meraih medali mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi prosesi penyerahan penghargaan wajib dilakukan di depan seluruh jajaran madrasah.
Tidak hanya piala, MAN Lobar juga royal memberikan reward materiil berupa uang pembinaan dan beasiswa bebas iuran SPP bulanan bagi para jawara. Kebijakan ini didukung penuh melalui alokasi dana komite madrasah.

anak kita yang kemarin juara 1 panjat tebing di tingkat kabupaten, kita ikhtiarkan dan backup penuh dananya agar bisa melaju mewakili NTB. Siswa yang meraih juara satu, kita bebaskan iuran bulannya. Biar mereka fokus latihan dan sekolah, tidak usah memikirkan biaya,” pungkasnya.
Dengan rentetan prestasi mentereng dan kedisiplinan yang terjaga, MAN Lobar kini menjelma menjadi madrasah unggulan yang memiliki daya tarik tersendiri di mata masyarakat tanpa perlu bergantung pada promosi konvensi








