
Lombok Barat, NTB – Kepala MTsN 2 Lobar H. Abdul Azis Faradi, menekankan pentingnya perubahan paradigma kepemimpinan di lingkungan pendidikan madrasah. Menurutnya, seorang kepala madrasah harus mampu memberikan teladan dan kinerja nyata, bukan sekadar mengandalkan formalitas posisi struktural.
“Penghormatan terbaik itu lahir dari sikap dan integritas kita, bukan karena jabatan yang kita pegang,” ujar H. Abdul Azis Faradi dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Menyambung konsep pengembangan yang juga relevan bagi lingkungan madrasah seperti MTsN 2 Lombok Barat, Azis memaparkan tiga pilar utama yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin lembaga pendidikan saat ini, yaitu solutif, kolaboratif, dan adaptif.
Solutif: Pemimpin harus hadir sebagai problem solver yang mampu memberikan jalan keluar konkret atas segala persoalan yang dihadapi oleh staf, guru, maupun madrasah secara umum.
Kolaboratif: Kepala madrasah harus mampu memadukan potensi internal dengan inovasi baru, serta menjaga sinergisitas antara perkataan dan perbuatan. Salah satu implementasi nyatanya adalah pelaksanaan supervisi kelas yang dilakukan melalui kolaborasi antara kepala madrasah dan guru senior.
Adaptif: Di era digital, pemimpin dituntut cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dinamika perubahan kurikulum, serta menerapkan desain kepemimpinan yang bijak dan mampu menjadi contoh di depan para guru.

Selain aspek kepemimpinan dan manajerial guru, Azis juga menyoroti pentingnya penguatan kinerja di lini tata usaha. Staf administrasi diminta untuk selalu memberikan pelayanan publik yang ramah, cepat, dan dilakukan sepenuh hati kepada masyarakat.
Di sisi lain, iklim kreativitas di madrasah terus didorong untuk melahirkan prestasi baru. Salah satunya dibuktikan melalui apresiasi terhadap karya inovasi guru di bidang seni kaligrafi yang diharapkan mampu memotivasi para siswa untuk ikut berinovasi sesuai minat dan bakat mereka.
“Bagus, tinggal kita kolaborasikan semua potensi yang ada ini demi kemajuan madrasah ke depan,” pungkasnya.








