Beranda / Pendidikan / Mendidik dengan Cinta, MI LIS Gelar Penyuluhan Anti-Bullying dan Jajaki MoU dengan Polsek Lingsar

Mendidik dengan Cinta, MI LIS Gelar Penyuluhan Anti-Bullying dan Jajaki MoU dengan Polsek Lingsar

IMG 20260524 WA0004

Lombok Barat, NTB — Manajemen Madrasah Ibtidaiyah (MI) Lombok Islamic School (LIS) terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penguatan edukasi dengan menggelar penyuluhan bertajuk “Bahaya Bullying atau Perundungan di Lingkungan Madrasah” pada Jumat (22/5/2026) pagi.
Kegiatan preventif yang berpusat di halaman madrasah ini diikuti secara antusias oleh seluruh murid, dewan guru, serta tenaga kependidikan (tendik). Menariknya, pihak sekolah juga menggandeng aparat kepolisian setempat dengan menghadirkan petugas Bhabinkamtibmas sebagai narasumber utama.
Kepala MI Lombok Islamic School, Zulkifli, menjelaskan bahwa penyuluhan ini merupakan langkah strategis untuk membentengi warga sekolah dari praktik perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun siber.
Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya pencegahan dini agar seluruh warga madrasah LIS terhindar dari praktik-praktik bullying. Kami ingin mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, kondusif, serta ramah anak, di mana semua warga sekolah bisa saling menghormati dan menghargai,” ujar Zulkifli saat dikonfirmasi media, Sabtu (23/5/2026).
Rangkaian kegiatan pada Jumat pagi tersebut diawali dengan program rutin Imtaq (Iman dan Taqwa) bersama. Selain membaca wirid dan zikir, seluruh keluarga besar MI Lombok Islamic School juga menggelar doa bersama yang ditujukan khusus bagi keselamatan jemaah haji asal NTB yang saat ini sedang berada di Tanah Suci.
“Selesai imtaq, kami selipkan doa tulus dari MI LIS untuk seluruh jemaah haji kita yang sebentar lagi akan bergeser menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Semoga semua jemaah diberikan kesehatan walafiat, keselamatan, dan kembali dengan predikat haji yang mabrur,” tambah Zulkifli.

IMG 20260525 WA0010


Zulkifli memaparkan bahwa pembentukan karakter siswa di MI LIS tidak hanya dilakukan lewat acara seremonial, melainkan telah menjadi kultur harian. Setiap pagi, saat apel baris sebelum masuk kelas, guru piket secara bergiliran dijadwalkan memberikan edukasi moral selama 7 menit mengenai kedisiplinan, adab sopan santun, tanggung jawab, hingga kemandirian. Hal ini sejalan dengan jargon madrasah, yaitu Mendidik dengan Cinta, Keteladanan, dan Doa (With Love, Nonsuch, and Prayer).
Guna memperkuat legalitas program pembinaan ini ke depan, MI Lombok Islamic School juga tengah mematangkan kerja sama formal dengan institusi kepolisian sektor setempat.
Kami sudah sampaikan kepada Pak Bhabinkamtibmas bahwa saat ini kami telah menyusun draf Nota Kesepahaman (MoU) dengan Polsek Lingsar. Kemitraan ini nantinya akan fokus pada program penyuluhan Kamtibmas secara berkala, termasuk pengenalan rambu-rambu lalu lintas sejak dini bagi para siswa,” pungkasnya optimis.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *