
Mataram, Signal NTB — Jabatan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) resmi berganti. Kombes Pol Iman Pribadi Santoso kini resmi menakhodai jajaran Ditlantas Polda NTB setelah melaksanakan upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab), Senin (13/7/2026).
Ditemui usai pelantikan, Kombes Pol Iman Pribadi Santoso menyatakan komitmennya untuk melanjutkan serta mengoptimalkan berbagai program yang sudah berjalan dengan baik di NTB. Dirinya juga memohon dukungan dari seluruh pihak, termasuk awak media, untuk bersama-sama mengampanyekan tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini sudah dilaksanakan pelantikan sertijab. Kami mohon dukungan juga dari rekan-rekan pers untuk sama-sama mensosialisasikan dan mengkampanyekan tertib berlalu lintas. Terima kasih kepada masyarakat NTB yang selama ini sudah tertib, dan mudah-mudahan ke depan bisa jauh lebih tertib lagi,” ujar Kombes Pol Iman.
Menjawab pertanyaan mengenai skema razia kendaraan ke depan, Kombes Pol Iman menegaskan akan ada perubahan pendekatan di lapangan. Jika sebelumnya razia identik dengan tindakan represif atau penegakan hukum (tilang), ke depan Ditlantas Polda NTB akan lebih mengutamakan pendekatan persuasif dan edukatif.
“Insya Allah ke depan kita kedepankan razia ini secara edukatif, yang mengedepankan teguran simpatik. Kita mengimbau dan mengingatkan agar pelanggaran tidak diulangi kembali. Kita kurangi represif, penegakan hukum (hanya) sedikit saja yang penting ada efek edukasi. Karena kadang-kadang lupa itu manusiawi, jadi kita perbanyak edukasi,” jelasnya.
Selain mengubah pola pendekatan razia di jalan raya, Dirlantas baru ini juga menyoroti penguatan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) alias tilang elektronik yang sudah berjalan di NTB sejak tahun 2022. Pihaknya akan mengoptimalisasikan sistem tersebut agar benar-benar memberikan efek jera (deterrent effect) demi keselamatan pengendara.
Peningkatan pelayanan publik di bidang registrasi dan identifikasi kendaraan (Regident) juga menjadi fokus utamanya. Ia meminta seluruh personel jajaran lalu lintas di NTB untuk lebih proaktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama penyebaran kampanye keselamatan berkendara agar menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Secara internal, Kombes Pol Iman juga mewanti-wanti anggapannya untuk menjaga kekompakan dan menghindari perselisihan.
“Pengawasan internal kita harus kompak secara internal. Kita tidak boleh satu sama lain ada perselisihan, harus lebih dewasa sehingga pelayanan kepada masyarakat benar-benar didasari niat tulus berbakti demi terwujudnya kamseltibcarlantas di NTB,” pungkasnya.


