
Lombok Barat, Signal NTB — Komitmen pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lombok Barat terus diperkuat melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,1 miliar pada tahun 2026 untuk mengintervensi hunian tidak layak melalui program Rumah Layak Huni (Mahyani).
Langkah nyata program tersebut salah satunya menyasar Dusun Karang Kesuma, Desa Kebon Ayu, tempat tiga kepala keluarga penerima manfaat mulai menerima bantuan penataan rumah.
Ketua BAZNAS Kabupaten Lombok Barat, TGH. Muhammad Taisir Al Azhar, L.C., S.Ag., M.A., menegaskan bahwa penetapan penerima bantuan berpatokan ketat pada validasi data kemiskinan (data desil) guna menjamin akuntabilitas penyaluran dana umat.

“Tahun 2026 ini kami menargetkan pembangunan 60 hingga 70 unit rumah layak huni. Saat ini sekitar 25 unit yang bersumber dari data verifikasi Dinas Sosial sedang berjalan, bahkan beberapa di antaranya sudah mencapai 100 persen,” ujar TGH. Muhammad Taisir saat meninjau lokasi pembangunan di Kebon Ayu.
Skema Bantuan dan Target Pelaksanaan
Pagu Anggaran Total: Rp2,1 Miliar Dana Umat BAZNAS 2026)
Nilai Bantuan per Unit: Rp35 juta
Durasi Pengerjaan: Maksimal 2 bulan per unit
Target Kumulatif 2026: 60–70 Unit Rumah
Lintas Sektor Terlibat: Dinas Sosial, Disperkim, dan Dinas Kesehatan Lombok Barat
TGH. Muhammad Taisir menambahkan, sinergi interdinas dilakukan agar intervensi tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga mendukung kriteria sanitasi dan kesehatan lingkungan penerima manfaat.
Zainal Abidin (51), salah satu warga Dusun Karang Kesuma penerima bantuan Mahyani, mengungkapkan bahwa program ini menjadi solusi nyata bagi keluarganya yang selama ini mengidamkan hunian yang aman dan sehat.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS serta Pemkab Lombok Barat. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami agar bisa tinggal di rumah yang lebih layak. Kami berharap pengerjaan berjalan lancar dan program ini terus berlanjut untuk warga lain yang membutuhkan,” tutur Zainal.
Proses verifikasi lapangan terus dilakukan secara berkala oleh tim BAZNAS Lombok Barat untuk memastikan seluruh unit yang dibangun rampung sesuai target waktu dan standar teknis yang ditetapkan.


