Beranda / Mataram / MUI NTB Lawan Judi Sabung Ayam dan Narkoba

MUI NTB Lawan Judi Sabung Ayam dan Narkoba

Mataram, NTB – Kabar segar datang dari dunia keumatan di Nusa Tenggara Barat. Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB masa khidmat 2025–2030 resmi dikukuhkan di Auditorium UIN Mataram, Sabtu (11/4).

Ketua Panitia, HK Lalu Winengan, menyampaikan komitmen MUI NTB untuk mendukung program pemerintah daerah.
“Kami siap bersama-sama mengawal program Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kita bersama mulai hari ini dan seterusnya, kami siap ditugaskan. Alhamdulillah, persiapan pengukuhan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Gak tanggung-tanggung, pengurus baru di bawah komando Dr. Badrun ini membawa semangat “Sinergi Ulama dan Umara Menjaga NKRI dari NTB”. Total ada 124 tokoh mulai dari guru besar, doktor, hingga cendekiawan yang siap pasang badan buat bangun umat.

Ternyata, pengurus baru ini gak nunggu pelantikan buat kerja. Dr. Badrun mengungkapkan kalau timnya sudah mulai memetakan masalah di lapangan. Dua isu besar yang jadi perhatian serius adalah maraknya judi sabung ayam di Mataram dan darurat narkoba yang masuk ke lingkungan masyarakat.
“Kami sudah mulai bekerja. Masalah seperti sabung ayam dan narkoba butuh sinergi semua pihak, dan kami siap bekerja sama menyelesaikannya,” tegas Dr. Badrun.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal Miq Iqbal, memberikan pesan yang cukup “pedas” tapi membangun. Ia menantang MUI NTB untuk tidak hanya berdiskusi di dalam ruangan (bahsul masail), tapi juga melakukan Ijtihad Sosial.
Artinya, MUI diharapkan ada di garis terdepan buat ngurusin masalah nyata:
Stop Pernikahan Dini: Menekan angka pernikahan anak yang masih tinggi.


Lawan Narkoba dan Pelecehan: Melindungi institusi pendidikan Islam (pesantren) dari stigma negatif terkait isu pelecehan.
Spiritualitas sebagai Kunci: Miq Iqbal yakin target nol kemiskinan ekstrem di 2029 gak bakal tercapai kalau pembangunan spiritualitasnya gak jalan.

Ketua MUI Bidang Komunikasi dan Digital, Masduki Baidlowi, juga mengingatkan peran MUI sebagai waratsatul anbiya (pewaris nabi). Di era digital ini, MUI harus bisa membimbing umat agar Islam tetap dipahami sebagai rahmat bagi alam semesta, bukan malah jadi sumber perpecahan.

Senada dengan itu, Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, yang turut hadir memberikan resep manjur buat nata dunia Ilmu Ulama + Kebijaksanaan Pemimpin = Kesejahteraan.
“Politik itu bagian dari syariat kalau tujuannya buat memenangkan kebijakan yang manfaat bagi rakyat, bukan cuma kejar kekuasaan,” ujar Nusron.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *