Beranda / Lombok Barat / Dermaga Senggigi Kian Padat, 6 Operator Kapal Cepat Antre Ajukan Izin Sandar

Dermaga Senggigi Kian Padat, 6 Operator Kapal Cepat Antre Ajukan Izin Sandar

IMG 20260714 151717

Lombok Barat, medianasional NTB – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat mencatat lonjakan signifikan pada aktivitas penyeberangan di Dermaga Senggigi sepanjang pertengahan tahun 2026. Tingginya okupansi wisatawan yang didominasi oleh turis asing ini bahkan sukses mendongkrak realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pelabuhan hingga melampaui target tahunan sebelum akhir tahun.
Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat, M. Hendrayadi, melalui Kepala Bidang Pelayaran, Erwin Rahmad, mengungkapkan bahwa peningkatan arus penumpang di Dermaga Senggigi mengalami kenaikan hampir 100 persen jika dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.
“Pada bulan Maret lalu, jumlah penumpang yang naik dan turun hanya berkisar di angka 2.000-an orang. Namun memasuki musim liburan (high season) di bulan Mei dan Juni, angkanya melonjak drastis menyentuh lebih dari 4.000 penumpang per bulan. Penumpang yang naik didominasi warga lokal, sedangkan yang turun sebagian besar adalah wisatawan mancanegara,” jelas Erwin di ruang kerjanya.
Sebagai gambaran data di bulan Juni 2026, tercatat sebanyak 3.945 penumpang naik dan 4.309 penumpang turun melalui pintu masuk Senggigi.
Peningkatan kunjungan ini berbanding lurus dengan frekuensi perjalanan (trip) kapal cepat (fast boat) yang melayani rute Bali–Senggigi. Jika pada saat peluncuran (launching) awal hanya terdapat 11 trip per hari, kini di pertengahan tahun 2026 frekuensinya bertambah menjadi 13 trip per hari seiring adanya penambahan armada dari operator Eka Jaya. Rute pelayaran paling aktif saat ini didominasi oleh relasi Senggigi–Padangbai, di samping rute lain menuju Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Serangan.
Kondisi positif ini berimbas langsung pada kantong daerah. Target PAD Lombok Barat tahun 2026 dari sektor retribusi pelabuhan yang dipatok sebesar Rp694,8 juta, kini realisasinya per awal Juli telah menembus angka Rp839 juta atau setara dengan 120 persen dari target.

IMG 20260714 WA0012


“Ini baru bulan Juli dan realisasinya sudah mencapai 120 persen. Kami sangat optimis hingga akhir Desember nanti. Pendapatan ini bersumber dari retribusi jasa tambat kapal serta pas masuk untuk penumpang yang naik.
Daya tarik Dermaga Senggigi sebagai gerbang masuk yang memangkas waktu perjalanan darat menuju pusat Kota Mataram maupun kawasan Mandalika membuat minat operator kapal terus meningkat. Berdasarkan hasil koordinasi Dishub Lobar dengan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Pemenang, saat ini sudah ada 6 operator kapal baru yang mengantre mengajukan izin bersandar di Senggigi.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Dishub Lobar bergerak cepat merencanakan renovasi infrastruktur mulai akhir Juli hingga ditargetkan rampung pada awal Oktober 2026.
“Kondisi dermaga saat ini cukup padat dan ada beberapa fasilitas yang perlu pemeliharaan. Tahun ini, kami fokus memperbaiki ruang tunggu penumpang, pembenahan kantor UPT Pelabuhan, serta perbaikan dermaga kayu khusus untuk menyandarkan kapal-kapal dengan ukuran di bawah 50 GT (Gross Tonnage),” tambah Erwin.

IMG 20260714 153929


Langkah penataan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan optimal bagi wisatawan luar negeri pada momentum liburan akhir tahun nanti. Dishub Lobar juga terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) di area pantai termasuk operator jet ski lokal untuk memastikan jalur pelayaran tetap aman tanpa mengganggu aktivitas wisata pantai.
“Tugas kami di perhubungan adalah memastikan kelancaran dan keselamatan pintu masuk transportasi. Kami berharap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat menyambut peluang ini dengan menghadirkan inovasi atraksi baru agar para turis tidak sekadar melintas, melainkan tinggal lebih lama (stay) dan berbelanja di Senggigi,” pungkasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *