
Lombok Barat, NTB — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat (Manlobar) sukses menjadi pusat lokasi (venue) upacara puncak peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 tingkat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Barat, Rabu (20/5/2026). Upacara yang berlangsung meriah dan khidmat tersebut dihadiri oleh seluruh ASN Kemenag Lobar, para Kepala Seksi (Kasi), serta Kasubbag TU selaku perwakilan Kepala Kemenag Lobar.
Kepala MAN 1 Lombok Barat, Kemas Burhan, menyatakan rasa syukur dan bangganya atas kesiapan para siswa madrasah yang bertindak sebagai perangkat upacara, sehingga seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan sangat baik.
“Alhamdulillah, di Manlobar upacara Harkitnas tidak sekadar digelar, tetapi berlangsung marak dan penuh khidmat. Begitu diinfokan bahwa Manlobar menjadi titik pusat apel menyeluruh Kemenag Lobar, anak-anak kita langsung siap pakai dan menunjukkan performa terbaik mereka,” ujar Kemas Burhan saat diwawancarai usai kegiatan.
Kemas Burhan menegaskan bahwa esensi dari semangat Kebangkitan Nasional di lingkungan madrasah harus dibuktikan secara nyata melalui torehan prestasi. Bertepatan dengan momen bersejarah ini, pihak madrasah menyelipkan agenda khusus berupa penyerahan apresiasi kepada para siswa dan guru yang berhasil mengharumkan nama lembaga dalam beberapa bulan terakhir.
Di antara prestasi terkini yang mendapat apresiasi langsung dari pihak Kemenag dan Kepala Madrasah adalah tim Paskibraka serta para juara Olimpiade sains. Bahkan, dilaporkan terdapat siswa MAN 1 Lombok Barat yang sukses menyabet tiga medali sekaligus (emas, perak, dan perunggu) dalam ajang kompetisi terbaru.
“Hari Kebangkitan Nasional ini menjadi momentum bagi kita semua agar sadar bahwa dengan menggelorakan semangat kebangkitan, kita akan lebih terpacu meraih prestasi. Bagi lembaga madrasah, target utamanya adalah membukukan pencapaian terbaik, baik dari siswa maupun bapak dan ibu gurunya,” tambahnya.

Menyelaraskan dengan tema nasional mengenai perlindungan generasi muda, Kemas Burhan menyebutkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjaga “tunas bangsa” di tengah masifnya fenomena era digital.
Menurutnya, digitalisasi tidak boleh disikapi secara pasif atau dipandang sebagai ancaman. Sebaliknya, fenomena kemajuan teknologi harus dijawab dengan kepastian inovasi, di mana guru dan siswa madrasah bersinergi memanfaatkan ekosistem digital untuk kemajuan mutu pendidikan. Semangat bergerak bersama inilah yang diharapkan mampu merawat keberlanjutan generasi emas yang unggul, religius, dan berdaya saing dari Lombok Barat.








