
Lombok Barat, Signal NTB – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., menekankan pentingnya penguatan disiplin dan pelaksanaan Lima Budaya Kerja Kementerian Agama bagi seluruh dewan guru serta staf administrasi. Imbauan tersebut disampaikan usai pelaksanaan upacara bendera di halaman madrasah, Senin (27/7/2026).
Dalam arahannya, Abdul Azis menegaskan bahwa seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan MTsN 2 Lombok Barat harus mampu menjadi teladan melalui kesesuaian antara perkataan dan tindakan.
“Integritas adalah kunci dasar. Harus ada kesesuaian antara apa yang diucapkan dan yang dilakukan. Dengan begitu, guru dan staf administrasi bisa menjadi figur teladan yang nyata bagi peserta didik,” tegas Abdul Azis.
Secara rinci, Kepala MTsN 2 Lombok Barat menjabarkan lima nilai utama yang wajib diterapkan seluruh civitas akademika madrasah:
Integritas: Memijakkan setiap tindakan pada kejujuran dan keselarasan kata dengan perbuatan.
Profesionalitas: Bekerja sesuai kompetensi keilmuan, termasuk kewajiban guru menyusun perencanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara matang sebelum memasuki kelas.
Inovasi: Mengembangkan strategi pembelajaran berbasis deep learning yang terkolaborasi dengan konsep Panca Cinta.

Tanggung Jawab: Menjalankan tugas secara menyeluruh, mulai dari mengajar, mendidik, membimbing, membina, melatih, hingga tahap evaluasi dan refleksi.
Keteladanan: Menjadi pilar terdepan dalam perbuatan dan ucapan yang patut dicontoh oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Guna mewujudkan Visi Madrasah yang Islami, Unggul, dan Berprestasi, Abdul Azis juga mengajak seluruh jajarannya untuk memegang teguh prinsip kerja 3K (Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas, dan Kerja Tuntas).
“Melalui semangat Budaya 3K ini, kita optimistis MTsN 2 Lombok Barat mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat,” pungkasnya


