Beranda / Lombok Barat / Pemancing di Pantai Panggang Sekotong Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Ombak

Pemancing di Pantai Panggang Sekotong Ditemukan Meninggal Setelah Terseret Ombak

4025491193

SignalNTBLombok Barat
Seorang pemancing berusia 50 tahun berinisial MM ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret ombak besar di Pantai Panggang, Dusun Panggang, Desa Persiapan Blongas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu malam, 20 September 2025, sekitar pukul 19.30 WITA. Korban yang diketahui merupakan warga Dusun Kembang Kuning, Desa Gerimak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, saat itu sedang memancing di tepian pantai.

Menurut informasi yang dihimpun tim SignalNTB.com, tiba-tiba gelombang besar datang menghantam lokasi tempat korban memancing hingga menyeret tubuh korban ke tengah laut. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pencarian, namun cuaca buruk dan tingginya ombak membuat korban belum berhasil ditemukan pada malam itu.

Laporan hilangnya korban segera diterima pihak kepolisian tidak lama setelah kejadian.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, melalui Kapolsek Sekotong Iptu I Ketut Suriarta, menyampaikan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama tim SAR gabungan dan masyarakat setempat.

“Kami langsung berkoordinasi dengan tim SAR gabungan dan masyarakat setempat untuk segera melakukan pencarian,” ujar Iptu I Ketut Suriarta.
“Upaya pencarian dimulai sejak malam kejadian, namun terkendala ombak yang cukup besar,” tambahnya.

Pencarian kembali dilanjutkan pada Minggu pagi, 21 September 2025, sekitar pukul 08.00 WITA dengan melibatkan unsur kepolisian, Basarnas, dan relawan masyarakat setempat. Tim SAR gabungan dikerahkan menggunakan perahu serta perlengkapan selam untuk menyisir area sekitar lokasi korban hilang dan sepanjang garis pantai.

Setelah berjam-jam melakukan pencarian, tim penyelam akhirnya menemukan jasad korban sekitar pukul 14.00 WITA di kedalaman kurang lebih 10 meter, tidak jauh dari titik terakhir korban terlihat.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sekotong untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Pihak keluarga menyatakan menerima musibah tersebut sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi.

“Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan menolak autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah. Hal ini menjadi bukti bahwa tidak ada unsur pidana dalam kejadian ini,” tutup Iptu I Ketut Suriarta.

Tag:

Satu Komentar

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Minima incidunt voluptates nemo, dolor optio quia architecto quis delectus perspiciatis. Nobis atque id hic neque possimus voluptatum voluptatibus tenetur, perspiciatis consequuntur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *