
Mataram, Signal NTB — Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Objek Vital dalam Operasi Cipta Mandalika 2026 telah mematangkan pemetaan (mapping) pengamanan di sejumlah titik krusial jelang gelaran internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 yang berlangsung pada 24 September hingga 4 Oktober 2026.
Kasub Satgas Objek Vital, AKBP I Wayan Budiarsa, S.Pd., menyampaikan bahwa fokus pengamanan objek vital mencakup tiga area utama, yakni pintu masuk pelabuhan (Pelabuhan Lembar dan Gili Mas), Bandara Internasional Lombok (BIZAM), serta sejumlah hotel akomodasi para pembalap (riders) dan kru resmi.
“Pengamanan hotel tidak hanya dipusatkan di kawasan Mandalika, tetapi juga mencakup hotel-hotel penyangga di Lombok Barat dan Kota Mataram. Mengingat banyaknya warga asing serta pembalap internasional yang menginap, personel yang disiagakan di area hotel telah dibekali keterampilan khusus, salah satunya penguasaan bahasa asing,” ujar AKBP Wayan Budiarsa.
Untuk mengamankan seluruh objek vital tersebut, diterjunkan sekitar 70 personel gabungan. Jumlah ini terdiri dari personel organik Polda NTB dan BKO Mabes Polri (Baharkam) sebanyak 30 personel yang terbagi atas Polisi Pariwisata (Polpar) dan Polisi Satwa (Poldasat/K-9).
Selain itu, kami mempersempit ruang gerak pihak yang berpotensi mengganggu keamanan. Kami menyiagakan peralatan deteksi khusus, termasuk unit X-Ray perbantuan dari Baharkam Polri yang disiagakan di tiga gate utama,” jelasnya.

Pada masing-masing gate, disiagakan 25 personel organik yang didukung oleh tambahan personel BKO Mabes Polri dan mahasiswa Polri guna memperkuat pengawasan.
AKBP Wayan Budiarsa menambahkan bahwa penambahan porsi personel hingga perbantuan alat canggih dari Mabes Polri ini merupakan langkah proaktif hasil inventarisasi kebutuhan Karops demi menjamin keamanan menyeluruh selama event MotoGP berlangsung.
“Alhamdulillah seluruh usulan penambahan personel dan alat deteksi khusus dari pusat sudah dipenuhi. Kami optimistis seluruh rangkaian pengamanan objek vital berjalan aman dan kondusif,” pungkasnya.


