
Lombok Barat, signal NTB — Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai halaman MTs Negeri 2 Lombok Barat pada Rabu, 28 Oktober 2026. Sebanyak 10 mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram resmi ditarik kembali oleh pihak kampus setelah merampungkan masa pengabdian dan praktik mengajar.
Acara penarikan yang bertepatan dengan momen Hari Sumpah Pemuda ini mengusung tema penuh makna, yaitu “Datang untuk Belajar, Pulang Membawa Kenangan”. Apel pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala MTsN 2 Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., didampingi Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Zainurahman, M.Pd., serta jajaran dewan guru.
H. Abdul Azis Faradi menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian program PPL yang telah berjalan. Ia mengenang bagaimana para mahasiswa datang membawa niat belajar dan kini kembali ke kampus dengan sejuta pengalaman nyata di dunia pendidikan.
“Datang untuk belajar, pulang membawa kenangan. Hari ini kita berpisah secara resmi dengan anak-anak mahasiswa. Tentu selama berada di madrasah ini ada suka dan duka. Hal-hal yang baik silakan dibawa dan dikenang, sementara hal-hal yang kurang berkenan cukup ditinggalkan di gerbang madrasah,” pesan H. Abdul Azis di hadapan para peserta apel.
Ia juga berpesan agar pengalaman langsung berinteraksi dengan karakter siswa yang beragam di kelas dapat dijadikan bekal mental yang kuat bagi para mahasiswa yang kelak akan mendedikasikan diri sebagai pendidik profesional.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan UIN Mataram, Zainurahman, menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak MTsN 2 Lombok Barat atas bimbingan luar biasa yang diberikan kepada mahasiswanya selama berada di lapangan. Ia mencatat bahwa dari 11 mahasiswa yang awalnya diterjunkan, sebanyak 10 mahasiswa berhasil menyelesaikan masa PPL dengan sangat baik.
“Saya yakin adik-adik merasa bahwa menjadi guru itu ternyata tidak mudah. Di luar mungkin orang menganggap guru hanya berdiri di depan kelas atau menulis di papan tulis. Namun, ketika terjun langsung di lingkungan madrasah, berinteraksi dengan berbagai karakter siswa, di situlah seni dan tantangan pendidik yang sebenarnya diuji,” ungkap Zainurahman.
Ia juga menambahkan bahwa pengalaman praktik menyusun perangkat pembelajaran, mengelola kelas, hingga berkoordinasi dengan guru pamong merupakan ilmu berharga yang tidak akan sepenuhnya didapatkan hanya di bangku kuliah.

Perwakilan mahasiswa PPL, Hairullah, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar MTsN 2 Lombok Barat atas kesabaran, bimbingan, dan sambutan hangat yang diberikan sejak hari pertama kedatangan mereka pada awal September lalu.
“Kami datang pada tanggal 7 September dan hari ini, Rabu 28 Oktober 2026, kami ditarik kembali ke kampus. Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas semua ilmu, bimbingan di kelas, hingga keterlibatan kami dalam berbagai kegiatan madrasah yang diberikan Bapak dan Ibu Guru. Jika selama kami di sini ada salah kata atau perbuatan, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucap Hairullah dengan penuh rasa haru.

Acara ditutup dengan prosesi penyerahan laporan akhir PPL secara simbolis kepada pihak madrasah dan kampus, serta sesi bersalam-salaman antara mahasiswa dengan seluruh dewan guru. Pengalaman berharga selama mengabdi di MTsN 2 Lombok Barat kini resmi menjadi lembaran kenangan indah bagi para calon pendidik muda sebelum menempuh langkah pengabdian selanjutnya di masyarakat.


